Tuesday, 13 October 2015

Komunikasi melalui Arsitektur

Komunikasi memiliki media dan cara penyampaian yang sangat beragam. Salah satu media yang yang unik dan mungkin kurang disadari banyak orang ialah melalui seni arsitektur atau rancangan bangunan. Pada kelas Kapita Selekta tanggal 8 Oktober 2015 kami berkesempatan memperluas wawasan mengenai simbol dan arsitektur yang mengandung unsur komunikasi atau penyampaian pesan. Pembahasan yang sangat menarik disampaikan oleh bapak Eduard Tjahjadi, karena mengambil tema yang sebelumnya jarang kami terima dalam tema komunikasi. Kami dapat mengetahui banyak sekali pesan dan makna yang terdapat pada bangunan-bangunan, tidak hanya di Indonesia tetapi dari seluruh belahan dunia. Bapak Eduard juga menampilkan banyak contoh baik dalam bentuk gambar bangunan asli hingga gambar teknik dan denah arsitektur bangunan.

Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari simbol. Kemanapun kita pergi, pasti akan menemukan simbol-simbol secara sadar maupun tidak disadari.  Bahkan kita sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan menggunakan simbol. Biasanya manusia mencoba mengekspresikan sesuatu melalui simbol yang dapat mencerminkan intelektualitas, emosi, dan spirit seseorang. Ini memungkinkan terjadinya komunikasi dalam bentuk verbal, gambar, maupun isyarat. Maka dari itu, Kenneth Burke mengatakan bahwa manusia itu adalah symbol using, symbol making, and bisa saja symbol mis-using animal.

Sementara itu, arsitektur adalah seni merancang atau mendesain sebuah bangunan atau struktur fisik apapun yang biasa dipakai oleh manusia. Arsitektur bisa berupa bangunan, kompleks bangunan (kumpulan bangunan), furniture, ruang luar, dan bisa juga bagian kota. Karya arsitektur sering dianggap sebagai karya seni yang mengandung simbol politik dan budaya sehingga sejarah peradaban manusia sering dikaitkan dengan arsitektur. Contohnya bangunan di Kerajaan Romawi dan candi-candi di Indonesia menyimpan segudang cerita tentang sejarah manusia.

Sekarang ini banyak kota yang mencoba memanfaatkan karya arsitektur sebagai icon, misalnya singa sebagai icon negara Singapura. Sebenarnya arsitektur lahir untuk menjawab kebutuhan manusia yang membutuhkan tempat tinggal. Hanya saja, orang masa kini mulai banyak menuntut agar sebuah bangunan itu harus nyaman, ekonomis, ramah lingkungan, dan menjadi satu-satunya di dunia dengan desain yang unik. Maka dari itu, arsitektur mulai menjawab segala tuntutan tersebut melalui kemajuan teknologi dan perhitungan ekonomi. Padahal awalnya hanya 3 prinsip yang diminta dari karya arsitektur, antara lain:
1.      Daya tahan, yaitu berdiri kokoh dan tetap dalam kondisi baik.
2.     Utility, yaitu bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi orang yang menggunakannya.
3.      Keindahan, yaitu menyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka.

Karya arsitektur mengandung unsur-unsur fisik dan non-fisik. Fisik adalah segala sesuatu yang terlihat secara kasat mata, sedangkan non-fisik adalah hal yang tak terlihat; makna di belakang pemikiran-pemikiran sang arsitek sehingga fisiknya tampak seperti yang telah dibangun.  Unsur non-fisik banyak sekali terdapat dalam arsitektur tradisional sehingga banyak simbol yang sebenarnya ingin dikomunikasikan.  Untuk bisa mengerti, maka kita harus mencoba menggali dan mencari tahu makna-makna tersebut. Contohnya: Candi Borobudur. Apa yang ingin dicerminkan dari candi tersebut?

 Candi Borobudur di Jawa Tengah

Candi agama Buddha ini memiliki 10 tingkatan yang punya arti tersendiri. Hal itu diambil dari filosofi mazhab Mahayana yang menggambarkan 10 tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan. Selain itu pada candi terlihat ada bagian kaki, tengah, dan atas. Hal ini mencerminkan filosofi dari kehidupan. Bagian kaki Borobudur melambangkan dunia yang masih penuh dosa. Dan semakin keatas, reliefnya semakin sedikit. Itu artinya orang sudah mendekati kesempurnaan.

Contoh lainnya: Zi Jin Cheng atau Kota Terlarang di Beijing yang dibangun pada Dinasti Ming tahun 1407. Bangunan ini dapat melambangkan kemegahan dan sebagai tempat menguasai sebuah kekasaran. Apabila kita melihat denah ada nama-nama gerbang, bangunan dan ruang yang bersifat makro cosmos diluar dunia kita. Selain itu, jika kita membedah lebih dalam mengenai arsitektur bangunan ini, kita dapat menemukan sebuah poros sumbu imajiner yang merupakan kumpulan dari hierarki tingkatan dari bawah hingga atas. Filosofinya seperti menuju ke puncak.


 The Forbidden City in Beijing

Hierarki Kota Terlarang di Beijing (secara imajiner)

Keraton Ngayogyakarta Hadininggrat juga menetapkan Nyi Roro Kidul sebagai simbol. Keraton Jogja ini merupakan tempat bertemunya 2 kekuatan alam, yaitu Gunung Merapi dan Laut Selatan Nyi Roro Kidul yang terletak pada sumbu imajiner.

Keraton Jogja

Arsitektur tidak terlepas dari peradaban manusia yang tidak terlepas juga dari politik, ekonomi, budaya, dan sosial. Jika kita melihat tata ruang kota, maka ada kota yang beraturan dan tidak beraturan. Semua itu mengandung filosofi. Contohnya: Negara Amerika memiliki tata ruang kota yang tidak beraturan, karena memang dari awal Amerika terbentuk kuat dengan filosofi kebebasan individual sehingga setiap orang merasa perlu dan berhak untuk bisa bergerak cepat dan mudah. Hal ini berlawanan dengan filosofi kehidupan masyarakat di wilayah bagian Timur. Kebanyakan masyarakat hidup berkelompok, sosialnya cukup kuat sehingga kebebasan individual tidak terlalu penting. 
Jaringan perkotaan beraturan & tidak beraturan

Arsitektur juga bisa menjadi simbol dari kekuasaan, demokrasi, kemajuan teknologi, dan sustainability approach. Dengan karya arsitektur seseorang dapat menunjukkan bahwa ia berkuasa. Contohnya: Masa Louis ke XIV adalah masa kekuasaan yang mutlak dari seorang raja, maka dibangunlah sebuah istana di Versailles dekat kota Paris dengan segala kemegahannya.

Istana Versailles di Perancis

Negara-negara di Eropa yang berkuasa selalu menggunakan karya arsitektur sebagai kesempatan untuk menunjukkan suatu kejayaan. Jika menang perang, maka mereka akan membangun sesuatu. Contohnya: Arc de Triomphe yaitu sebuah gerbang kemenangan untuk menghormati orang-orang yang berjuang untuk Perancis, terutama selama Perang Napoleon. Monumen ini terletak di sebuah tempat yang sangat strategis, yaitu di persimpangan tempat terhubungnya 12 jalan utama di Perancis. Arc de Triomphe sengaja dirancang karena Perancis menang perang terhadap Jerman. Maka dari itu, monumen ini menjadi simbol kejayaan bangsa Perancis.
  
Gerbang Kemenangan Arc de Triomphe

Letak strategis Arc de Triomphe

Kasus serupa tapi tidak sama persis terjadi di Berlin. Setelah Napoleon dari Perancis berhasil mengalahkan Jerman, ia masuk ke Berlin. Ketika Napoleon kalah, maka dibangunlah Gerbang Brandenburg sebagai simbol kekaisaran Rusia dan kota Berlin. Setelah perang, Jerman terbagi menjadi Jerman Timur dan Barat, sehingga dibangun tembok Berlin. Sementara itu, gerbang Brandenburg terletak di Berlin di bawah penguasaan Jerman Timur. Karya arsitektur juga bisa diikutsertakan dlm kegiatan politik. Gerbang ini seringkali dijadikan sebagai tempat pesta rakyat oleh penduduk di Berlin.

Gerbang Brandenburg di Jerman Timur

Tidak hanya bangunan, tapi ruang juga merupakan bagian dari arsitektur. Contohnya: Lapangan Banteng di Jakarta. Awalnya lapangan Banteng direncanakan untuk dijadikan pusat Batavia. Tapi akhirnya, Monas yang dijadikan sebagai pusat kota Jakarta. Nama “Banteng” merupakan ide dari Bung Karno yang menganggap bahwa hewan itu mempunyai daya juang yang sangat mencerminkan perjuangan bangsa Indonesia. Banteng selalu menjadi simbol untuk menunjukkan nasionalisme Indonesia. Saat masa penjajahan kolonial dibangun sebuah patung singa di Lapangan Banteng yang menjadi simbol kerajaan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, maka patung singa itu dihancurkan dan diganti dengan patung pembebasan Irian Barat. Tujuannya adalah untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dan membangkitkan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang. Dalam hal ini, kita bisa melihat bahwa ruang kota Lapangan Banteng juga dijadikan sebagai simbol dalam gerakan politik.


Bung Karno termasuk salah satu tokoh yang banyak mengisi perkembangan Jakarta dengan makna-makna politik, misalnya patung pembebasan Irian Barat dan Monas. Tidak hanya politik, tapi juga makna dalam kehidupan sosial. Contohnya, Tugu Tani mecerminkan bahwa petani merupakan tokoh utama negara Indonesia sebagai negara agraris. Bung Karno juga menetapkan letak masjid terbesar di Indonesia yang sengaja dipilih berseberangan dengan Gereja Katedral. Alasannya adalah Indonesia harus multi-agama, tidak boleh ada dominasi antar agama. Kemudian Bung Karno juga yang mulai membuka Thamrin, Sudirman, GBK, dan By-pass. 


Peristiwa penindasan terhadap kaum Yahudi di Jerman pada tahun 1942-1945 juga menggerakkan dunia arsitektur untuk membangun sebuah museum yang dapat menggambarkan segala penderitaan yang dirasakan oleh kaum Yahudi pada jaman itu. Mereka mendapat perlakuan yang sangat buruk dan menyakitkan, seperti dibawa mengunakan kereta, dipekerjakan di industri, dan disiksa dengan gas beracun. Pada tahun 2001, arsitek Daniel Liebeskind membangun Museum Jewish di Berlin. Bentuk bangunan sangatlah unik. Jika dilihat dari luar, dinding bangunan itu penuh dengan sayatan. Ketika berada di dalam museum, para pengunjung tidak bisa melihat keluar gedung dengan nyaman. Kita hanya lebih diarahkan untuk banyak melihat ke atas. Apa artinya? Yang ingin disampaikan adalah kita harus berharap lebih banyak, karena kaum Yahudi masa itu tidak punya pilihan, mereka berada di dalam penindasan dan hanya bisa berharap. Jendela di museum tersebut hanya berupa celah-celah kecil sehingga kita hanya  bisa mengintip, sama halnya seperti yang dialami oleh kaum Yahudi saat mereka diangkut di gerbong kereta api. Tidak perlu heran jika semua ruang dalam bangunan tersebut disinari cahaya dari atas. Tidak perlu heran juga jika kita menaiki tangga, maka kita akan bertemu dinding. Memang begitulah kondisi kaum Yahudi yang tidak akan tahu apa yang terjadi pada waktu yang akan datang. 


Museum Jewish di Berlin

Filosofi dalam Museum Jewish

Setelah politik, selanjutnya bapak Eduard beralih menjelaskan ke sisi ekonomi pada arsitektur. Sekitar tahun 1970-1980-an terjadi liberalisasi di banyak tempat sehingga hal itu berpengaruh terhadap arsitektur kota. Pada jaman dahulu, gedung pemerintahan, ruang terbuka atau alun-alun, jam dinding besar, gereja, dan masjid lah yang menjadi dominasi dalam tata letak suatu kota. Tetapi di jaman sekarang ini, bangunan yang mendominasi adalah gedung-gedung yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi, misalnya perusahaan dan pusat perbelanjaan. Hal ini memang tidak lepas dari kondisi sosial ekonomi rakyat. Perusahaan besar kini yang telah menjadi penguasa di kota. Maka dari itu, karya arsitektur akhir abad ke-20 hingga sekarang lebih mengarah pada kegiatan-kegiatan komersial. Contohnya: Shanghai World Financial CenterAwalnya gedung tersebut dibangun dengan lubang bundar diatasnya. Tetapi bentuk itu mengingatkan orang China terhadap bendera Jepang, dimana orang China sangat membenci Jepang. Maka itu, lubang bundar tersebut diubah menjadi seperti pembuka botol.

Shanghai World Financial Center

Seiring berkembangnya jaman, arsitektur juga dituntut untuk harus berkontribusi terhadap sustainability approach (ramah lingkungan), baik dari energi maupun sumber daya alam sehingga sekarang ini banyak karya arsitektur yang mencoba untuk mencerminkan lingkungan. Contohnya: Pavilion United Kingdom (UK) saat Shanghai Expo. Dalam rangka menunjang sustainability, mereka mendirikan pavilion yang menyediakan sebuah wadah untuk menyimpan bibit-bibit tanaman yang ada di dunia untuk menjaga kelestariannya. 
 Pavilion United Kingdom (UK) di Shanghai Expo

Wadah untuk menyimpan bibit-bibit tanaman

Tuesday, 6 October 2015

Efektivitas Komunikasi

Public Relations memiliki khalayak penting yang berada di internal dan eksternal perusahaan. Salah satu hubungan dengan publik eksternal perusahaan adalah community relations. Perusahaan harus menanamkan dan mengembangkan relasi yang baik dengan komunitas masyarakat sekitar. Komunitas termasuk sebagai khalayak eksternal yang mempengaruhi keberlangsungan usaha, sebab perusahaan atau organisasi tidak akan bisa berjalan lancar apabila tidak ada dukungan dari masyarakat sekitar. Dalam hal ini, komunitas adalah kumpulan manusia yang saling berhubungan didasari pada nilai dan kepentingan bersama yang khusus. Perusahaan perlu membina hubungan harmonis dengan komunitas dan menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan sosial yang menjadi keprihatinan dalam masyarakat. Maka dari itu, salah satu cara perusahaan untuk berhubungan dengan komunitas sekitarnya adalah dengan melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bapak Dr. Ir. H. Amiruddin Saleh, MS

Pada tanggal 1 Oktober 2015, dosen tamu Dr. Ir. H. Amiruddin Saleh, MS memberikan kuliah seputar efektivitas komunikasi dengan mengangkat kasus yang terjadi di Indonesia. Contohnya perusahaan perkebunan di Kalimantan yang kini tengah dilanda krisis akibat pembakaran hutan liar sehingga menyebabkan kabut asap yang sangat menganggu kehidupan warga. Di awal kuliah, beliau menjelaskan seputar tuntutan profesionalitas seorang Public Relations Officer (PRO) dalam membina hubungan dengan masyarakat di sekitar perusahaan. Kita tidak boleh berasumsi bahwa masyarakat akan selalu mendukung perusahaan walaupun sudah menerapkan CSR.
Kuncinya komunikasi adalah bagaimana membangun komunikasi dan hubungan harmonis antara masyarakat dengan perusahaan. Harmonisasi itu bisa dibina jika terbangun komunikasi yang efektif. Kapa suatu komunikasi dikatakan efektif (effectiveness communication)? Komunikasi itu bukan hanya menyampaikan pesan (satu arah), tapi harus harus terjadi sharing informasi agar memperoleh feedback. Komunikasi dikatakan efektif apabila telah tercipta makna yang sama (mutual understanding) antara komunikator dengan komunikan. Komunikasi harus dilakukan secara terus menerus berjangka panjang agar tercipta pemahaman yang sama dalam benak publik. Dalam komunikasi juga membutuhkan terciptanya persepsi yang baik. Persepsi adalah kemampuan memproyeksi terhadap sesuatu objek yang dilihat untuk bisa dimaknai oleh otak kita sesuai dengan kapasitas interpretasinya. Inti persepsi adalah interpretasi. Otak setiap manusia memiliki kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Ketika menerima rangsangan (exposure), otak manusia akan melakukan penyaringan melalui 5 filter, yang dinamakan selected exposure. Manusia akan memaknai pesan yang diterimanya berdasarkan kelima faktor ini, antara lain:
  1. Pengalaman masa lalu
  2. Pengetahuan/pemahaman kita terhadap sesuatu yang bisa diperoleh melalui pendidikan formal, autodidak maupun warisan.
  3. Believe, yaitu keyakinan atau kepercayaan tapi yang bernuansa nasional.
  4. Values, yang berupa nilai, norma, aturan dan mekanisme kultur.
  5. Short term memory
Dalam membangun pesan harus menggunakan makna denotatif, yaitu makna sebenarnya sehingga jelas dimengerti oleh si penerima pesan. Kita tidak boleh menggunakan makna konotatif yang bersifat ambigu dan memiliki banyak arti. Hal itu dapat menyebabkan penerima pesan menjadi bias dan salah pengertian. Pesan harus disampaikan secara struktural. 

Tuesday, 22 September 2015

Tidak Narsis, Maka Tidak Eksis

Organisasi merupakan suatu tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional, sistematis, terencana, terorganisasi, dan terpimpin untuk mencapai tujuan bersama. Sebuah organisasi itu terbentuk karena adanya visi misi yang ingin dicapai oleh sekelompok orang. Namun dalam pelaksanaannya, organisasi terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
  1. Organisasi profit (profit-oriented) yaitu institusi atau organisasi yang beroperasi untuk mencari keuntungan atau laba, contohnya perusahaan atau korporasi.
  2. Organisasi non-profit yaitu institusi atau organisasi yang tidak mencari untung dan bertugas melaksanakan kebijakan publik atau melayani publik, contohnya departemen atau kementerian.

Maka dari itu, dimanakah letak sebuah perguruan tinggi atau universitas? Organisasi profit ataukah non-profit? Universitas menjalankan fungsi sosial dengan memberikan pendidikan, tapi juga mencari untung.

Keberlangsungan usaha suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh para khalayaknya, baik internal maupun eksternal, dimana khalayak itu memiliki peranan yang sangat penting terhadap hidup/matinya perusahaan. Publik internal bisa berupa top level management dan karyawan. Sedangkan publik eksternal berupa pemerintah, investor, dan media. Organisasi bisa mengatur langsung publik internalnya dengan segala peraturan dan kebijakan yang dimilikinya. Sementara itu, publik eksternal itu adalah publik yang dimana seorang PR tidak bisa mempengaruhi atau mengatur langsung. Tapi PR bisa melakukan upaya-upaya lain agar mereka mau mendukung organisasi.

Dalam perkembangan jaman sekarang ini, suatu organisasi memerlukan publikasi agar dikenal oleh masyarakat. Istilahnya adalah “Tidak narsis, maka tidak eksis”. Bila kita tidak pernah terpantau oleh masyarakat, maka akan dianggap tidak ada. Hal itulah yang sedang dijalankan oleh Humas Untar agar bisa memposisikan keberadaan universitas swasta terbesar sejak tahun 1959 ini di benak masyarakat sebagai salah satu universitas yang baik.


Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan Kepala Bidang Eksternal Humas Untar, 
Bapak Yugih Setyanto

Pada tanggal 17 September 2015, Kepala Bidang Eksternal Humas Untar Yugih Setyanto memberikan kuliah Kapita Selekta seputar aktivitas humas Universitas Tarumanagara dalam membangun hubungan baik dengan publik eksternalnya. Humas Untar telah menjalankan government relations dengan cukup baik melalui berbagai kegiatan, seperti Dikti dan Diknas. Hanya hubungan dengan media masih belum terjalin dengan baik. Sementara itu, hubungan Untar dengan media hanya dijalankan secara personal karena banyak dosen Untar yang terjun langsung di media sehingga sifatnya tidak terstruktur dan terorganisir dengan baik, akibatnya tidak muncul publikasi secara maksimal. Maka dari itu, humas mulai membangun hubungan baik dengan media yang lebih dikenal dengan istilah media relations.


Berbagai kegiatan dilakukan oleh Humas Untar untuk membangun media relations tujuannya adalah agar Untar terpublikasi secara positif. Banyak sudut pandang yang bisa dijadikan sebagai publikasi yang positif mengenai Untar. Aktivitas yang pernah dilakukan adalah:

1. Media Visit

Dengan media visit, Humas Untar beserta Rektor dan Wakil Rektor melakukan kunjungan ke kantor redaksi media. Tiga media yang pernah dikunjungi yaitu kantor Harian Media Indonesia, Harian Kompas, dan Kompas TV. Ada banyak pertimbangan dalam melakukan media visit, seperti memilih media apa yang akan dikunjungi. Pemilihan media harus sesuai dengan segmentasi khalayak yang dituju oleh organisasi.

2. Press Release

Humas menulis artikel seputar kegiatan di Untar kemudian dikirimkan ke media dengan harapan dimuat. Tujuan paling mendasar adalah supaya media tahu bahwa Untar juga mempunyai humas, karena di bawa press release akan selalu dicantumkan identitas penulis dan nama organisasi. Dalam press release, humas juga harus mampu membuat artikel yang memiliki unsur nilai berita (news value) sehingga media tertarik untuk mempublikasinya.

3. Press Conference

Humas mengundang media untuk meliput suatu kegiatan atau acara. Press conference yang pernah dilakukan oleh Untar adalah saat perayaan ulang tahun Universitas Tarumanagara yang ke-55 pada tahun 2014 lalu. Tujuannya adalah terciptanya publikasi yang positif mengenai setiap kegiatan Untar.

4. Media Gathering

Media gathering adalah upaya seorang PR untuk mengundang wartawan tapi tidak untuk meliput, melainkan untuk menjalin hubungan baik secara informal misalnya melalui makan siang bersama, outbond, rekreasi bersama wartawan dan keluarganya, ngobrol untuk bertukar pikiran, dan lain-lain. Melalui media gathering, humas bisa melakukan pendekatan diri dengan wartawan secara lebih personal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat rangkaian acara media gathering ini, karena disini, bukan sekedar bersenang-senang, tapi humas harus membawa rekan media untuk merasakan pengalaman baru yang memiliki korelasi dengan tujuan yang diharapkan dari diadakannya rangkaian acara ini, yaitu publikasi.

5. Strategi lain adalah: Untar mempunyai segudang pakar dan ahli di bidangnya, yaitu pakar transportasi, pakar teknik mesin, pakar psikologi, pakar komunikasi politik, pakar teknik sipil, pakar ekonomi, pakar kesehatan, pakar hukum, pakar IT, dan lain-lain. Hal itu bisa dijadikan sebagai sarana dalam mempublikasikan Untar. Mengapa demikian? Karena pada umumnya media memuat berita, sedangkan berita membutuhkan narasumber. Maka dari itu, para pakar dari Untar bisa dijadikan narasumber bagi media dengan membawa nama Untar dalam pemuatan beritanya. Artinya, media telah mempromosikan Untar secara tidak langsung.

Kesimpulannya, kegiatan Public Relations secara tidak langsung juga memberikan dampak kepada bagian marketing suatu organisasi. Dengan membina hubungan baik dengan publik eksternalnya, itu berarti Public Relations memberikan sumbangsih untuk marketing. Apabila marketing menjual produk dan jasa, maka humas menjual dengan membangun image organisasi agar baik di mata publik.

Monday, 14 September 2015

Perubahan adalah Peluang

Seperti apakah masa depan media komunikasi?

Pernahkah hal itu terpikirkan oleh Anda? Pernahkah Anda mencoba berangan-angan tentang itu? Apabila Anda baru mendengar pertanyaan itu, apa yang terpikirkan dalam benak Anda saat ini? Mungkinkah kita dapat melakukan komunikasi tanpa menggunakan satelit? Ataukah kita bisa memiliki perangkat mobile super canggih yang memiliki memori penyimpanan data yang hampir tanpa batas? Kecepatannya seratus kali teknologi 3G sekarang ini? Perangkat yang serba 3D? Semua itu bisa saja terjadi. Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat seperti sekarang ini diperkirakan akan terus berlanjut, banyak sekali prediksi dan bagaimana  teknologi yang akan terjadi di masa yang akan datang.
 

Widyatmoko Kukuh Sanyoto, seorang wartawan senior yang juga merupakan ahli penerjemah bahasa Spanyol mengajak para mahasiswa/i dalam pertemuan ketiga mata kuliah Kapita Selekta kelas D untuk memikirkan hal itu. Beliau sudah berkecimpung dalam dunia jurnalistik selama 37 tahun sejak tahun 1978, dan pernah menjadi wartawan di media cetak, radio, dan juga televisi, antara lain : The Jakarta Post, RRI, RCTI, CNN Spanyol,  Radio Nederland, BBC, dan lain-lain. Tokoh ini juga pernah terlibat dalam organisasi, salah satunya adalah beliau merupakan pendiri Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI) yang dulu aktif  membuat UU Penyiaran, UU Pers, dan UU Kemerdekaan Informasi Publik (KIP). Selain itu, beliau juga menulis buku-buku dalam bahasa Spanyol.


Setelah 10 menit awal perkenalan diri, beliau masuk ke dalam topik pembahasan mengenai “Media Communication Today and Tomorrow”. Kita sebagai manusia tidak bisa tahu apa yang akan terjadi hari esok. Masa depan merupakan masa yang tidak pernah kita ketahui dan sulit bagi kita untuk membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Nobody knows. Manusia hanya bisa membuat berbagai asumsi, tapi tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Walaupun tidak bisa melihat masa depan, manusia selalu membuat rencana mengenai apa yang akan dilakukannya di waktu berikutnya. Simak ilustrasi cerita berikut ini!

Ada sebuah pesawat terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur membawa 260 orang penumpang. Setiap orang dalam pesawat itu tentu mempunyai rencana apa yang akan dilakukan ketika sudah bertemu sanak saudara atau teman-teman mereka. Begitu dengan mereka yang menunggu kedatangan pesawat di bandara Kuala Lumpur. Tapi saat pesawat terbang di atas Ukraina, ada orang di darat yang juga mempunyai rencana ingin menembak pesawat tersebut. Lalu diambillah keputusan untuk menembakkan rudal itu sehingga pesawat meledak dan seluruh penumpang tewas. Itu artinya, habislah semua rencana orang-orang itu. Ratusan rencana itu bisa lenyap hanya karena satu orang, dan membuat perubahan yang luar biasa. Makna yang ingin disampaikan melalui cerita tragis ini adalah “Masa depan bisa berubah hanya karena ulah satu orang, dan orang itu bisa siapa saja. Siapapun tidak peduli warna kulit, bangsa, ras, pendidikan, agama, kepercayaan, ideologi, maupun masa lalu seseorang. Siapapun bisa membuat perubahan yang berdampak kepada dunia termasuk Anda!

Media komunikasi sekarang sudah memasuki generasi keempat (4G) dan akan terus mengalami perkembangan pesat. Dimulai dari jaman telepon kabel pada tahun 1970-an hingga komputer baru masuk ke Indonesia pada tahun 1985, kemudian muncul telepon mobil, pager, telepon seluler Motorola flip yang berukuran sebesar batu bata, sampai adanya telepon jam tangan merek Mito buatan China. Hal itu terjadi dalam beberapa kurun waktu hingga tahun 1990-an. Semua itu merupakan bentuk evolusi teknologi informasi yang semakin canggih. Evolusi atau perubahan itu harus kita hadapi, karena perubahan meningkatkan peluang. Untuk mendapatkan peluang, manusia harus mau berubah. Perubahan adalah suatu keniscayaan yang pasti terjadi. Tidak ada segala sesuatu yg tetap. Nothing is constant but changes. Tapi banyak orang yang berada dalam zona nyaman (comfort zone) cenderung menolak perubahan.

Perubahan memberi peluang! Tapi kita juga harus mampu melihat dan memanfaatkan peluang tersebut. Bagaimanakah caranya? Let’s be creative! Kita harus melihat sesuatu yang out of the box, dengan kata lain melihat hal yang tidak wajar sebagai peluang. Gila is good!

Jadi, komunikasi adalah evolusi manusia, tanpa komunikasi maka manusia tidak akan ada di dunia ini. Setiap manusia membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, evolusi teknologi IT akan menunjukkan evolusi manusia itu sendiri. Contoh perubahan IT yang menyebabkan perubahan pada manusia adalah sebagai berikut: Pada jaman dulu, manusia diajarkan bahwa kita tumbuh dalam satu dunia antara wilayah publik dan private dan kita diajarkan untuk memisahkan mana hal yang publik dan mana yang private. Tetapi, seiring berjalannya waktu, kecanggihan teknologi membuat perbedaan publik dan private semakin tidak jelas. Kasus nyata adalah dengan media sosial. Semua pengguna Twitter, Facebook, Path dapat dengan bebas menuliskan hal-hal yang bersifat private hingga diketahui oleh publik, misalnya mengumbar perasaan sedih dan galau ke status media sosial. Padahal hal itu bukanlah konsumsi publik. Maka, kemungkinan dampaknya adalah garis yang memisahkan wilayah publik dan private akan hilang di masa depan.

Selain itu, kemajuan teknologi komunikasi memudahkan akses komunikasi dan tidak membutuhkan biaya yang besar, bahkan bisa dikatakan zero cost sehingga semua orang bisa berkomunikasi dengan sangat mudah tanpa peduli jarak antar benua. Contohnya : Kita bisa melakukan video call melalui Skype dengan teman yang berada di luar negeri dengan mudah. Ini merupakan salah satu fenomena akan terjadinya dekonstruksi komunikasi. Perkembangan teknologi dapat mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Kebanyakan orang yang aktif menggunakan alat komunikasi akan cenderung masuk ke dalam dunianya sendiri, walaupun dirinya tengah berada di area publik.

Berikut adalah perbedaan media komunikasi jaman dulu dengan masa depan :

COMMUNICATIONS MEDIA
SOCIAL MEDIA
Space defined by Media Owner
Space defined by Consumer
Brand in control
Consumer in control
One way / Delivering a message
Two way / Being a part of a conversation
Repeating the message
Adapting the message/ beta
Focused on the brand
Focused on the consumer / Adding value
Entertaining
Influencing, involving
Company created content
User created content / Co-creation

Perbedaan utamanya :
  • Media masa lalu : Yang menentukan medianya, isinya, brandingnya, agendanya adalah pemilik media dan redaksi. Kumpulan beberapa wartawan menentukan otoritas untuk menentukan berita apa yang layak dan tidak layak disampaikan kepada publik. Apakah yang patut atau tidak.
  • Media yang akan datang (media sosial) : Yang menentukan semua itu adalah penggunanya sendiri (user).
Kesimpulan dari keseluruhan pembahasan diatas adalah:

1.            Kita sudah tahu bagaimana dunia komunikasi kita selama ini sampai sekarang, tetapi kemajuan teknologi akan membuat perubahan yang luar biasa. Perubahannya adalah :
a.    Akses komunikasi semakin murah, hampir zero cost.
b.    Akses komunikasi semakin terbuka menjangkau hampir global. Orang di ujung dunia pun bisa berkomunikasi dengan mudah.
c.    Teknologi IT bisa mengubah hal yang real dalam hidup nyata menjadi virtual di dunia maya.
2.            Semua teknologi itu akan mengubah bagaimana kita hidup dalam masyarakat, bisa positif maupun negatif.
3.            Peluang hanya muncul apabila terjadi perubahan.
4.            Tidak semua orang mempunyai kecakapan dan smart untuk melihat peluang itu, tapi ada diantara kita yang punya itu! Karena masa depan ditentukan oleh siapapun. Anda bisa mengubah masa depan dunia, siapapun Anda!

Sebelum mengakhiri pertemuan pada hari itu, Bapak Kukuh Sanyoto memberikan quotes ini, “To change Map is easier than to map Change” yaitu “mengubah peta lebih mudah daripada memetakan perubahan”, artinya bagaimana Anda akan membuat perubahan? Design perubahan seperti apakah yang akan Anda bangun? Ke arah mana kita akan membuat perubahan itu?
 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com